BPBAD Ciamis Tunggu Tim Fasilitator Jabar
CIAMIS, (PRLM).- Badan Penanggulangan Bencan Alam Daerah (BPBAD)
Kabupaten Ciamis masih menunggu tim fasilitator dari Provinsi Jawa
Barat untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok masyarakat
(pokmas) korban bencana alam gempa yang akan menerima bantuan.
Kehadiran tim tersebut sangat diperlukan karena untuk mengawasi
penyaluran bantuan yang dikirim langsung ke rekening pokmas.
"Saat ini kami masih menunggu tim fasilitator dari provinsi Jabar.
Keberadaan tim tersebut sangat penting karena untuk mendampingi pokmas.
Kalau yang di kabupaten sudah lama terbentuk yakni Tim Pengendali
Kegiatan (TPK)," kata Kepala BPBAD Ciamis Odang Ruhiyat, Minggu (3/1).
Keberadaan tim tersebut, lanjutnya, untuk membantu kelompok
masyarakat. Dengan demikian diharapkan seluruh bantuan dapat
dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. "Nantinya tim fasilitator
tersebut akan bekerjasama dengan TPK, yang sudah sejak awal melakukan
pendampingan. Secara mekanisme penyaluran bantuan, tim tersebut harus
ada karena diatur dalam juknis (petunjuk teknis)," jelasnya.
Dia mengungkapkan sampai saat ini berkas empat kecamatan yang telah
tuntas didata dan validasi ulang, masih berada di Bagian Hukum Setda
Ciamis. Sedangkan tujuh kecamatan yang juga menjadi prioritas
penyaluran bantuan, masih belum tuntas divalidasi ulang. Dikatakan,
pihaknya juga belum mengetahui apakah untuk pencairan tahap pertama
harus tuntas validasi 11 kecamatan atau dilakukan pentahapan.
"Kalau keinginan atau harapan kami sih jika empat kecematan sudah
tuntas, tanpa harus menunggu yang lainnya bisa langsung disalurkan.
Untuk penyaluran juga masih menunggu SK Bupati Ciamis," tutur Odang.
Seperti diberitakan sebelumnya baru empat dari 11 kecamatan yang
menjadi prioritas pencairan bantuan tahap pertama yang sudah tuntas
dilakukan validasi ulang dan pemberkasan. Empat kecamatan tersebut
yakni Mangunjaya, Purwadadi, Baregbeg dan Panjalu. Sedangkan tujuh
kecamatan lain yang mendapat prioritas adalah Kecamatan Ciamis,
Cikoneng, Cihaurbeuti, Sindangkasih, Banjarsari, Cipaku dan Cisaga.
Data terakhir di BPBAD Ciamis tercatat 41.437 rumah rusak berat,
sedang dan ringan, dengan kerugian materiil ditaksir sebesar Rp 400
miliar. Dengan demikian total bantuan yang ada baru 20 persen dari
kebutuhan.
: ---
| Sumber |
: |
http://www.pikiran-rakyat.com |
| Penulis |
: |
|
| File |
: |
|
| Telah Dibaca |
: |
353 |
|