|
|
|
| |
Penyelenggaraan pembangunan tahun 2007 telah diupayakan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut diindikasikan dengan perkembangan pada bidang-bidang yang menjadi Strategi dan Prioritas Pembangunan, yaitu : - Perkembangan Administrasi Pemerintahan selama tahun 2004 – 2007 adalah terjadinya pemekaran desa dari 338 desa menjadi 343 desa, atau meningkat 5 desa. - Penyelenggaraan pemerintahan khususnya yang berkaitan dengan Perangkat Daerah selama tahun 2004 - 2007 masih mengacu pada Perda Nomor 21 Tahun 2004, dengan rincian Sekretariat Daerah dengan 9 bagian, 1 Sekretariat Dewan, 14 Dusun, 4 Badan dan 5 Kantor. - Keuangan Daerah selama tahun 2004 – 2008 menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan dengan peningkatan Pendapatan 100,00%, dan rata-rata per tahun selama empat tahun terakhir meningkat 20,85%. Pada tahun 2008 APBD Kabupaten Ciamis menunjukkan kondisi yang menggembirakan karena pada tahun tersebut APBD Kabupaten Ciamis disisi Pendapatan mencapai angka Rp 1,1 Triliun, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah Rp 46,4 Milyar; Dana Perimbangan Rp 1,001 Triliun; dan Lain-lain Pendapatan yang Sah Rp 52,65 Milyar. Struktur APBD dilihat dari sisi Belanja Langsung dan Tidak Langsung juga terus mengalami perbaikan yaitu pertumbuhan Belanja Langsung 53,57%, dan pertumbuhan Belanja Tidak Langsung 20,61% sehingga proporsi Belanja tahun 2008 yaitu Belanja Langsung 35,15% dan Belanja Tidak Langsung 64,85%. - Upaya lain dalam hal mendukung penyelenggaraan pembangunan di Kabupaten Ciamis khususnya dalam rangka penanganan pasca gempa dan tsunami pada tahun 2006 telah diupayakan mendapat dukungan dana dari Pemerintah Pusat melalui APBNP sebesar Rp. 182 milyar dan telah direalisasi sebesar RP. 37 milyar yaitu untuk bantuan langsung kepada masyarakat yang terkena bencana. - Indikator makro pada umumnya mengalami peningkatan, kecuali Laju Pertumbuhan Ekonomi yang mengalami pelambatan sebesar 0,64% dari tahun 2005 sebesar 4,48% menjadi 3,84% pada tahun 2006, tetapi pada Tahun 2007 meningkat lagi menjadi 5,22 %. Perlambatan juga terjadi pada daya beli pada Tahun 2006 Rp. 640.792,- menjadi Rp. 638.767,- pada Tahun 2007. - Indikator Pendidikan : - Perkembangan Ruang Kelas Baru semua sekolah formal yang kondisinya baik mengalami perkembangan yang cukup besar yaitu dari tahun 2006 sebesar 4.979 ruang kelas menjadi 5.294 pada tahun 2007 atau meningkat 6,33%. Bertambahnya ruang kelas SD/MI dan SMP/MTs pada tahun 2007, belum diikuti penurunan siswa DO SD/MI maupun SMP/MTs, yaitu terjadinya peningkatan angka DO dari tahun 2004 ke 2007, khususnya SMP/MTs.
- Untuk menunjang pencapaian Angka Melek Huruf antara lain dilaksanakan melalui pendidikan non formal berupa PKBM, Life Skill, Paket A, Paket B, Paket C, dan KBU yang menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
|
|
Edit Terakhir : 08-12-2009 07:44:44 |
|
|
|
|
 |
Selasa, 0
Ciri-Ciri Helm Standar Nasional Indonesia (SNI)
Akhir-akhir ini Pemerintah telah memberlakukan peraturan baru sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta SK Peraturan Menteri No 40/M-IND/Per/6/2008 yang mengadopsi Standar Nasional Indonesia (SNI) 1811:2007 Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua yang menjadi regulasi teknis, dalam hal ini pengendara sepeda motor wajib memakai helm yang memenuhi standar nasional indonesia (SNI). Bagi orang awam mungkin akan bingung jika disuruh membedakan helm yang SNI dan yang bukan, paling hanya melihat luarnya, kalau ada stikernya bertuliskan SNI, berarti itu helm SNI, tapi kalo sebaliknya ya bukan.
|
|
|