Indikator Makro Kab. Ciamis

 

Perkembangan Indikator Makro Ekonomi

Perekonomian Daerah Kabupaten Ciamis mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan selama Tahun 2004-2008 berdasarkan perkembangan indikator makro ekonomi seperti terlihat pada tabel berikut :

Tabel Perkembangan Perekonomian Daerah Kabupaten Ciamis Tahun 2004-2008

Indikator

Tahun

2004

2005

2006

2007

2008

LPE (%)

4,36

4,48

3,84

5,01

4,8**

Inflasi (%)

13,45

7,87

12,27

12,67

PDRB

a. ADH Berlaku

7.529.932

9.247.507

10.781.601

12.106.567

14.384.758

b. ADH Konstan

5.514.288

5.766.617

5.988.338

6.300.870

6.730.143

PDRB per kapita

a. ADH Berlaku

4.972.366

6.051.491

6.846.890

7.429.015

9.197.251

b. ADH Konstan

3.641.342

3.773.626

3.885.492

3.866.436

4.303.084

Daya Beli (Rp.)

586,320

587,450

640,792

638,767

639,100

Penduduk Miskin (Jiwa)

221.900

247.032

356.213

272.502

349.464

Penganggur (Jiwa)

72.060

64.564

93.728

95.790

97.485

Sumber : LKPJ-AMJ Kabupaten Ciamis Tahun 2004 - 2008

Dari tabel tersebut dapat terlihat bahwa selama Tahun 2004-2008, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) rata-rata mencapai 4,54 % per tahun dengan tingkat inflasi mencapai rata-rata 11,19 %. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga berlaku mengalami kenaikan rata-rata Rp. 818.883,- per tahun. Demikian pula PDRB per kapita Atas Dasar Harga konstan mengalami kenaikan rata-rata sebesar Rp. 75.031,- per tahun.

Namun demikian pertumbuhan ekonomi yang cukup baik tersebut distribusi pendapatannya masih belum merata (masih terjadi kesenjangan). Hal ini dapat terlihat dari angka jumlah penduduk miskin dan pengangguran terbuka yang cenderung mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2008 masih terdapat penduduk miskin sebanyak 349.464 jiwa dan pengangguran sebanyak 97.485 jiwa. Kesenjangan pendapatan dapat dillihat dari Indeks Gini Ratio yang cenderung meningkat dari Tahun 2007 sebesar 0,2 menjadi 0,29 pada Tahun 2008.

Kegiatan unggulan perekonomian masyarakat Kabupaten Ciamis masih didominasi oleh sektor pertanian. Hal ini dapat dilihat dari struktur PDRB berdasarkan lapangan usaha dimana sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 29,75%; pertambangan dan penggalian 0,39%; industri pengolahan 6,92%; listrik, gas, air bersih 0,49%; bangunan 8,49%; perdagangan, hotel, restaurant 25,5%; pengangkutan dan komunikasi 10,14%; keuangan 6,04%; dan jasa-jasa 11,59%.

Tantangan pembangunan bidang perekonomian 5 tahun kedepan antara lain berkaitan dengan peningkatan pemanfaatan potensi perekonomian yang cukup besar untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat. Hal ini dapat dilakukan melalui penggalian potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia secara optimal, penerapan konsep pembangunan perekonomian yang lebih terfokus dalam kerangka sistem pembangunan yang lebih komprehensif, terpadu dan terintegrasi serta berbasis pemberdayaan masyarakat.